REVIEW JURNAL MENGENAI ONLINE BUYING
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
1. M. Rahmanda A. 14517166
2. Nadira Khalishah 14517382
3. Oktia Sartika 14517655
4. Prita Bhatari Eka S. 14517742
5. R. Deshinta Anggraini 14517802
6. Tiara Ayu Nandita 15517952
7. Vena Jua Ana V. 16517066
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
1.
|
Judul
|
Perilaku
Pembelian Melalui Internet
|
2.
|
Volume
|
17,
No. 2, hal 109 - 112
|
3.
|
Bulan
|
September
|
4.
|
Tahun
|
2015
|
5.
|
Penulis
|
Ibnu
Widiyanto & Sri Lestari Prasilowati
|
6.
|
Universitas
|
Universitas
Diponegoro
|
7.
|
Reviewer
|
1.
M. Rahmanda A.
2.
Nadira
Khalishah
3.
Oktia
Sartika
4.
Prita
Bhatari Eka S.
5.
R.
Deshinta Anggraini
6.
Tiara
Ayu Nandita
7.
Vena
Jua Ana V.
|
8.
|
Tujuan
Penelitian
|
Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk menyelidiki atribut web perilaku pembelian online.
|
9.
|
Subjek
Penelitian
|
Semua
orang yang pernah melakukan transaksi pembelian online pada situs yang ada
|
10.
|
Metode
Penelitian
|
Populasi
dan Sampling Design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode
survei. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan non-probability sampling design karena luasnya populasi
penelitian. Likert type scale
dengan 10 alternatif jawaban dirancang dalam angket yang ditujukan kepada
responden. Pengedaran angket dilakukan secara People-Assisted Survey. Teknik survei ini memerlukan petugas
untuk menunggui setiap responden dalam mengisi angket. Rumus yang digunakan n
= Z2/4e2 yang mana Z adalah nilai Z pada derajat signifikansi tertentu dan e
adalah sampling error. Penelitian ini menggunakan derajat signifikansi 5% dan
sampling error 10%. Oleh karenanya diperoleh n = 96,04 dibulatkan 97. Untuk
memudahkan pelaksanaan, total sampel adalah 100 responden. Ukuran sampel ini
merupakan jumlah sampel yang sudah memenuhi syarat untuk aplikasi SEM (Hair,
Black, Babin, & Anderson, 2010). Untuk ini loading factor minimal 0,6.
|
11.
|
Variabel
Penelitian
|
1.
Kemenarikan desain website
2.
Reputasi Vendor
3.
Persepsi kemudahan transaksi
4.
Sikap belanja online
5.
Keputusan pembelian online
|
12.
|
Alat
Ukur
|
Skala
pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan sepuluh
skala peng-ukuran dari satu sampai dengan sepuluh.
|
13.
|
Hasil
|
Pengederan angket menggunakan Respon-Assisted Method yakni responden
dibantu dalam pengisian angket, seginnga tidak ada angket yang tidak terisi.
Komposisi responden berdasarkan demografi menunjukan bahwa karakteristik
responden mayoritas laki-laki berusia dibawah 36 tahun, berpendidikan diatas
SMA dan memiliki pekerjaan pelajar/mahasiswa dan wiraswasta; responden
menurut jenis produk yang dibeli yakni ada tiga jenis produk yang se-ring
dibeli secara online yaitu peralatan komputer (32%), tiket pesawat
(22%) dan buku (16%); menurut perilaku pembelian responden yakni melakukan
metode pembayaran ATM dan pengeluaran bertransaksi sekitar Rp 500.000,-
sampai dengan Rp 1.000.000,-. Alasan mereka melakukan pembelian online adalah
karena pro-ses pembelian lebih mudah dan cepat. Peralatan komputer masih
merupakan produk yang paling diminati dalam pembelian online. Untuk
melakukan pembelian online, handphone merupakan peralatan yang paling
banyak digunakan. mayoritas responden adalah mereka yang sudah lama melakukan
transaksi online. Secara umum mereka sudah melakukan transaksi online
setahun ke atas (85%). Secara khusus, mayoritas responden adalah mereka
yang sudah bertransaksi online di atas 4 tahun (36%).
kemenarikan desa-in website (KDW) dan
reputasi vendor (RV) berpeng-aruh langsung terhadap keputusan
berbelanja online. Kedua variabel bertanda positif dan signifikan.
Pe-ngaruh kemenarikan desain website terhadap keputus-an belanja online
adalah 0,35 sedangkan besarnya pe-ngaruh reputasi vendor terhadap
keputusan belanja online adalah 0,43. Ini berarti reputasi vendor adalah
faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan belanja online.
Sikap terhadap belanja online lebih
banyak di-pengaruhi oleh persepsi kemudahan transaksi (0,68). Namun demikian,
ketidaksignifikanan sikap terhadap keputusan berbelanja online menunjukkan
bahwa si-kap bukan merupakan variabel intervening yang baik yang
memengaruhi keputusan berbelanja online.
|
14.
|
Kesimpulan
|
Setelah melakukan survei, penelitian pembelian online ini dapat ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1.
Faktor penyebab tertinggi keputusan belanja online adalah reputasi vendor.
Ini berarti perusahaan perlu melakukan banyak kegiatan above the line campaign untuk mendukung peningkatan citra bisnis.
Besarnya pengaruh adalah 0,43. Ini berarti besarnya pengaruh reputasi
terhadap keputusan belanja online
adalah 0,43.
2.
Faktor penyebab kedua keputusan belanja online adalah kemenarikan desain website. Ini berarti rancangan desain website perlu dibuat semenarik
mungkin. Besarnya pengaruh variabel ini terhadap keputusan belanja online adalah 0,35. Untuk ini,
perancang web perlu memerhatikan untuk mengurangi/mengubah fasilitas add-on atau iklan yang banyak
dilakukan agar tidak menghilangkan kemenarikan yang ada.
3.
Persepsi kemudahan transaksi terbukti tidak begitu
signifikan memengaruhi keputusan belanja online.
Namun demikian, persepsi ini ternyata sangat memengaruhi sikap seseorang
dalam belanja online. Ini berarti
menunjukkan bahwa sikap bukanlah variabel intervening
yang baik dalam memengaruhi keputusan belanja online.
|
15.
|
Kelebihan
|
Kelebihan
dari penelitian ini adalah informasi
yang diberikan peniliti jelas, rinci, dan terstruktur. Sumber-sumber yang
mendasari penelitian ini terpercaya dan banyak sumber pembaca akan mengetahui
bahwa ini adalah penelitian yang bagus.
|
16.
|
Kekurangan
|
Kelemahan
dari penelitian ini adalah terlalu bertele-tele pada bagian pendahuluan.
|
DAFTAR PUSTAKA
Widiyanto Ibnu & prasilowati, S, L . 2015.Perilaku Pembelian Melalui Internet. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan. 17 (2) 109-122

Tidak ada komentar:
Posting Komentar