PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET :
MAKALAH NETIQUETTE DAN CYBERBULLYING
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
1. M. Rahmanda A. 14517166
2. Nadira Khalishah 14517382
3. Oktia Sartika 14517655
4. Prita Bhatari Eka S. 14517742
5. R. Deshinta Anggraini 14517802
6. Tiara Ayu Nandita 15517952
7. Vena Jua Ana V. 16517066
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
KATA PENGANTAR
Assalamualikum Wr. Wb
Puji syukur senantiasa selalu kita panjatkan
kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Shalawat serta salam
tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukan jalan
kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata
kuliah Psikologi dan
Teknik Internet dan juga
untuk khalayak ramai sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi
yang semoga bermanfaat.
Makalah ini kami susun
dengan segala kemampuan dan semaksimal mungkin. Namun, kami menyadiri bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu
tidaklah sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan. Maka dari itu kami sebagai penyusun makalah ini mohon kritik, saran dan
pesan dari semua yang membaca makalah ini terutama Dosen Mata Psikologi dan Teknik Internet yang kami harapkan sebagai bahan
koreksi untuk kami.
Wa’alaikumsalam Wr. Wb
Depok,08 April 2019
Penulis
DATAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Semakin berkembang pesatnya
teknologi di zaman modern ini maka semakin canggih pula alat komunikas yang
digunakan oleh manusia, salah satunya yaitu internet. Internet berperan untuk
mempermudah manusia untuk menjalin komunikasi dan berinteraksi dengan orang
lain tanpa harus bertemu terlebih dahulu serta memudahkan manusia untuk mengetahui
hal-hal apa saja yang saat ini atau yang telah terjadi di sekitar mereka maupun
di dunia luar dalam waktu yang sangat cepat. Saat ini internet dapat ditemukan
dan digunakan hampir dimana saja dan kapan saja. Tempat umum seperti
perpustakaan, bandar udara, bahkan café pun sudah umum menyediakan layanan
internet. Terdapat banyak manfaat yang akan kita dapatkan hanya dengan
bermodal kemauan dan kemampuan dalam menggunakan internet. Namun, tidak
seluruh isi di dalam internet bermanfaat. Sifat internet yang cenderung
bebas tanpa dikontrol maupun dikuasai pihak manapun membuat materi atau
informasi yang dapat dikirim maupun diakses bisa saja bersifat negatif.
Misalnya pornografi, perjudian, kekerasan dan rasialisme, cyberbullying ,
maupun berita hoax. Oleh karena itu, etika
sangatlah penting dalam penggunaan internet.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
itu netiquette?
2.
Apa
saja aturan yang ada pada netiquette?
3.
Apa
itu cyberbullying?
4.
Apa
saja bentuk aktvitas dari cyberbullying?
5.
Apa
faktor-faktor yang mempengaruhi cyberbullying?
6.
Apa
dampak dari cyberbullying?
7.
Bagaimana
cara untuk mencegah terjadinya cyberbullying?
8.
Apa
contoh kasus cyberbullying yang terjadi di Indonesia?
1.3Tujuan
Untuk
menjelaskan tentang apa saja etika yang harus dilakukan dalam menggunakan
internet (netiquette) serta memberikan informasi mengenai salah satu fenomena
kasus yang berkaitan dengan etika menggunakan internet, yaitu cyberbullying.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Deinisi Netiquette
Menurut Irwansyah, Netiquette adalah kode
etik dalam berperilaku selama user melakukan aktivitas pada jaringan internet
seperti pada forum, blog dan mailing list.
Dalam melakukan aktivitas yang menggunakan internet perlu diperhatikan berbagai
aturan yang menghindari kita berperilaku tidak sesuai dengan yang seharusnya.
Menurut Hadi, terdapat beberapa definisi
tentang Netiquette, yaitu :
1. Etika dalam menggunakan internet
2. Aturan – aturan/kebiasaan/etika/etiket umum yang berlaku di seluruh dunia
sehingga para pelaku internet dapat dengan nyaman dalam berinteraksi di dunia
maya ini
Aslinya ada dua kata yang dijadikan satu, yakni networks dan etiquette. Sebelum internet lahir, kata netiquette belum tentu ada. Dalam kasus tertentu pelanggaran etika
dapat diajukan ke pengadilan melalui mekanisme hukum positif yang berlaku pada
diri seseorang (warga negara) maupun lembaga/organisasi. Yang paling sering
terjadi tuntutan hukum adalah menyangkut soal pelanggaran Hak Cipta, Hak Privacy dan serangan illegal (Spamming, Pirating, Cracking dan
sejenisnya) terhadap suatu produk, perseorangan maupun institusi yang
dilindungi hukum positif secara internasional.
2.2 Aturan Dalam Netiquette
Ada beberapa aturan Yang Ada Pada Netiquette,
yaitu :
1. Hargai pengguna lain di internet misalnya di e-mail, chat rooms, dan newsgroup.
a. Gunakan tata bahasa, tanda baca yang baik, jangan menggunakan huruf
kapital yang terlalu banyak karena terkadang dapat mengakibatkan salah paham
b. Jangan flaming (memanas –
manasi), spamming (memasang post berulang kali dengan isi yang sama), trolling (keluar dari topik pembicaraan),
ataupun junking (memasang post yang tidak berguna)
c. Jangan menggunakan kalimat yang mengandung sarkasme dan kata – kata yang
dapat menyinggung perasaan orang lain
2. Amankan komputer anda dengan memasang antivirus atau personal firewall
3. Perhatian FAQ (Frequently Asked
Questions).
4. Jangan menggunakan informasi dari orang lain secara sembarangan, misalnya
plagiarisme.
5. Jangan melakukan kejahatan atau tindakan illegal dari internet. Misalnya :
pencurian dan penipuan.
6.
Jangan mengganggu privasi orang lain
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Definisi Cyberbullying
Cyberbullying merupakan suatu perilaku agresi yang
mengacu pada perilaku bullying yang
dilakukan seseorang melalui sosial media seperti web, sms, jejaring sosial,
chat room, dll.
Menurut Kowalski cyberbullying mengacu pada bullying yang terjadi pada instan messaging, email, chat room, website,
video game, atau melalui gambaran atau pesan yang dikirim melalui
smartphone.
3.2 Bentuk Aktivitas Cyberbullying
Menurut Willard (2005) menyebutkan
macam-macam jenis cyberbullying sebagai berikut:
1. Flaming (pertengkaran), yaitu mengirimkan pesan
teks yang isinya merupakan kata-kata yang penuh amarah dan frontal.
2. Harassment (gangguan), yaitu pesan-pesan yang berisi gangguan melalui
pesan teks di jejaring sosial yang dilakukan secara terus-menerus.
3. Cyberstalking, yaitu mengganggu dan mencemarkan nama
baik seseorang secara intens sehingga membuat ketakutan besar pada orang
tersebut.
4. Denigration (pencemaran nama baik), yaitu proses
mengumbar keburukan seseorang di internet dengan maksud merusak reputasi dan
nama baik orang tersebut.
5. Impersonation (peniruan), yaitu berpua-pura menjadi
orang lain dan mengirimkan pesan-pesan atau status yang tidak baik.
6.
Exclusion (pengeluaran),
yaitu secara sengaja dan kejam mengeluarkan seserang dari gruup online.
3.2 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Cyberbullying
1. Bullying tradisional, peristiwa bullying yang di alami di dunia nyata memiliki
pengaruh besar pada kecenderungan individu untuk menjadi cyberbullies (pelaku cyberbullying)
2. Karakteristik kepribadian
3. Persepsi terhadap korban, sebagian dari mereka mengungkapkan alasan mereka
membully korban adalah karena sifat atau karakteristik dari korban yang
mengundang untuk mereka bully
4. Strain, yaitu suatu
kondisi ketegangan psikis yang ditimbulkan dari hubungan negative dengan orang
lain yang menghasilkan efek negatif yang mengarah pada kenakalan
5. Peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak dalam berinteraksi di
internet
3.4 Dampak Cyberbullying
1.
Dipermalukan
Tujuan
para pembully memang untuk membuat korbannya jatuh secara mental demi
kesenangan diri mereka sendiri. Korban bullying
akan merasa dipermalukan dalam waktu yang lama, bahkan mungkin seumur hidup,
karena di dunia cyber semua materi
yang dimasukkan dan berkaitan dengan bullying
tersebut akan selalu ada dan mengusik sang korban.
2.
Stres dan Depresi
Mengalami
penghinaan dan tekanan terus menerus akan meningkatkan frekuensi perasaan sedih
dan melakolis yang akan mengarah kepada terbentuknya stres dan depresi pada
korban cyberbullying. Perasaan
bahagia akan sulit dirasakan karena terkikis oleh berbagai kejadian buruk yang
dialami. Jika perlu, korban bullying dapat melakukan terapi psikologi untuk depresi agar dapat mengatasinya.
3.
Kehilangan rasa
percaya diri
Keyakinan
terhadap diri sendiri perlahan akan menghilang ketika mengalami bullying. Image positif terhadap diri sendiri juga bisa terkikis dan membuat
korban bullying memandang negatif dirinya sendiri. Merasa diri tidak berharga
dan tidak pantas ditolong, dan berbagai pandangan serta perasaan negatif
lainnya.
4. Paranoid
Para pelaku bully dapat kapan saja
memasuki ruang pribadi korbannya melalui akses dari telepon genggam ataupun
internet yang ada di komputer, sehingga korban bullying tidak pernah merasa
benar benar dapat beristirahat
dari teror tersebut.
5. Menjadi pelakunya
Seorang korban bisa saja menjadi pelaku
untuk mempertahankan diri ataupun hanya sekedar meniru. Ia pasti tahu apa yang
dapat dijadikan sasaran oleh para pelaku cyberbullying
dan beralih meniru para pelakunya. Bisa saja dengan alasan agar dirinya
dianggap kuat dan terhindar dari penindasan lebih lanjut, ataupun kehilangan
nilai – nilai moralnya sendiri.
6.
Gangguan kesehatan
Kondisi
fisik pun bisa juga terpengaruh oleh stres yang dirasakan akibat menjadi korban
bullying. Penyakit – penyakit seperti
gangguan jantung, tekanan darah tinggi atau gangguan pencernaan bisa diderita
oleh para korban bullying. Bisa juga efeknya berupa ketahanan tubuh yang
menurun sehingga mudah terkena penyakit flu, sakit kepala, dan lain sebagainya.
7. Prestasi menurun
Hilangnya minat dan konsentrasi terhadap
pelajaran sekolah juga dapat menjadi salah satu dampak dari cyberbullying. Hal itu disebabkan karena
sang korban terlalu fokus kepada bagaimana cara untuk mengakhiri rundungan yang
ditujukan kepadanya, ataupun juga telah lelah dan kehilangan semangat untuk
menjalani aktivitasnya sehari – hari.
8. Melakukan tindakan kriminal
Sebagai bentuk pelampiasan akan bullying dan kekerasan sosial yang dialaminya,
seseorang korban cyberbullying bisa
jadi justru akan menjadi pelaku dari tindakan kriminal. Contohnya terlibat
dalam perkelahian, kecanduan obat terlarang, menjadi seorang peminum, aksi
vandalisme, dan banyak lagi.
9. Agresif
Salah satu dampak lainnya adalah
perubahan karakter. Lingkungan yang dipenuhi oleh orang – orang yang
bertemperamen agresif secara tidak langsung akan turut memberi pengaruh ke alam
bawah sadar seseorang hingga ia juga menjadi orang yang agresif perilakunya.
Semua itu bisa terjadi sebagai hasil dari mekanisme pertahanan diri dan usaha
membela diri sendiri.
10. Menjadi pribadi yang rapuh
Para korban bullying seringkali sulit untuk merasa aman dan percaya diri
lagi, karena telah begitu seringnya karakter pribadi mereka dijatuhkan oleh
para pembully. Bisa saja mereka akan menjadi rapuh secara mental dan mudah
terguncang ketika mengalami masalah baru, serta tidak dapat menghadapinya
dengan baik.
11. Privasi terbuka
Karena pembullyan berlangsung di dunia
maya, maka rasanya akan lebih memalukan bagi para korbannya. Sebab semua hal
yang berkaitan dengan cyberbullying
akan tersebar dengan mudah di internet. Pesan pesan jahat, gambar, teks serta
semua yang berhubungan bisa dilihat dan dibagikan oleh banyak orang dalam waktu
yang lama, bahkan mungkin selamanya.
12. Kecewa dengan diri sendiri
Para korban cyberbullying sering diserang melalui titik mereka yang paling
lemah. Hasilnya, mereka akan mulai meragukan nilai dirinya sendiri. Misalnya,
jika seorang anak perempuan disebut gendut, lalu ia melakukan diet ketat yang
pada akhirnya merusak sistem tubuhnya sendiri. Tak jarang mereka ingin menjadi
pribadi yang berbeda untuk menghindari kelanjutan bullying tersebut.
13. Bertemperamen tinggi
Terkadang para korban juga akan merasa marah mengenai apa yang terjadi pada
mereka. Hasilnya, mereka bisa merencanakan balas dendam yang justru berbahaya,
karena membuat mereka tetap terjebak di dalam siklus korban dan pembully.
Walaupun sangat sulit, memaafkan para pembully selalu lebih baik daripada
membalas dendam.
14. Kehilangan minat hidup
Ketika
cyberbullying sedang terjadi,
korbannya seringkali berhubungan dengan dunia di sekitarnya secara berbeda
dengan orang lain. Untuk kebanyakan korban, hidup bisa terasa tidak berarti dan
tanpa harapan. Mereka kehilangan minat pada hal – hal yang dulunya dinikmati
dan juga tidak banyak berinteraksi dengan teman serta keluarga.
15. Merasa terisolasi
Cyberbullying akan membuat korbannya merasa terkucil dan kesepian. Pengalaman ini
tentu saja menyakitkan karena bagi remaja, pergaulan dengan teman adalah suatu
hal yang penting. Ketika seorang anak tidak memiliki teman, hal ini dapat
mengarah kepada bullying. Terlebih
lagi, ketika bullying sedang
berlangsung, memutuskan akses kepada internet dapat membuat seorang anak remaja
merasa sedang memutuskan komunikasi dengan dunianya. Sebab, internet adalah
cara mereka berkomunikasi dengan sebayanya, dan menghilangkannya akan membuat
meteka merasa terasing.
16. Gelisah
Korban bullying seringkali akan mudah terjerumus kepada kegelisahan akut,
dan juga berbagai kondisi yang berhubungan dengan gangguan psikologis lainnya.
Sebab utamanya adalah berkurangnya keyakinan diri dan harga diri yang dimiliki,
sebagai hasil dari cyberbullying yang
terus menerus dan mengikis perasaan positif terhadap diri sendiri dan
lingkungan.
17. Gangguan pola tidur
Gangguan tidur atau insomnia adalah efek
yang umum terjadi jika seseorang sedang merasakan stres berkepanjangan. Selain
mempengaruhi pola makan, stres yang dirasakan juga dapat mempengaruhi pola
tidur dari korban bullying.
18. Bunuh Diri
Cyberbullying meningkatkan resiko bunuh diri. Anak – anak yang disiksa terus menerus
oleh teman sebaya melalui pesan teks, pesan instan, media sosial dan lainnya
seringkali akan mulai merasa putus asa. Bisa saja mulai berkembang pemikiran
bahwa satu – satunya jalan untuk melepaskan diri adalah dengan bunuh diri.
3.5 Cara Mencegah
Terjadinya Cyberbullying
Di bawah ini adalah cara mencegah
terjadinya cyberbulling.
1.
Proteksi akun Anda
2. Abaikan,
jangan menanggapi apa yang dikatakan pelaku dan jangan membalas dengan melakukan
hal yang sama kembali
3. Jangan pernah
memberitahukan informasi pribadi apapun tentang Anda secara online. Jika Anda
melakukannya, ini hanya akan membuat pelaku lebih mempunyai area yang luas
untuk membully Anda
4. Rekam. Rekam
atau capture kata-kata yang menurut
Anda bisa menjadi bukti bullying. Semakin banyak bukti yang Anda punya, semakin
kuat Anda untuk mencegah dan menghentikan cyberbully
5. Blokir dan
laporkan hal yang membuat Anda tidak nyaman kepada server internet. Jika Anda mengalami cyberbullying dan mengancam Anda, hubungi polisi atau orangtua Anda
sesegera mungkin
6. Bersimpatilah
terhadap orang yang menjadi korban bully. Mereka akan melalui waktu yang sulit
dan membutuhkan banyak dukungan
7. Jangan
membalas pesan dengan emosi. Berpikirlah sebelum Anda mengirim pesan.
Memposting kata-kata emosi hanya akan membuat senang pelaku.
8. Hapus pesan
dari orang tidak dikenal. Jika Anda tidak tahu siapa pengirimnnya, tidak peduli
seberapa penasaran Anda, hapus pesan demi keamanan akun internet dan diri Anda
sendiri.
3.6 CONTOH
KASUS
Dalam sebuah
artikel,
Bowo menceritakan awal mula dirinya dibully dan muncul haters. Bowo mengaku
awalnya main tiktok sejak ia masuk SMP, tepatnya tahun 2017. Kemudian ia
menceritakan bahwa awal mula dibully karena fans mengatakan bahwa “Bowo adalah
‘Tuhan’ kami”. Dan dari situlah banyak orang yang tidak suka dengannya, dan
mulai melontarkan komentar yang tidak baik. Bahkan banyak juga yang berupa
ancaman.
Adapun alasan lain yang
membuatnya menjadi dibully oleh netizen adalah mengenai meet and greet nya yang digelar dengan biaya yang begitu mahal.
Berdasarkan apa yang dikatakannya bahwa sebenarnya yang menggelar acara terebut
bukanlah dirinya, melainkan fans yang mengatas namakan Bowo. Karena hal itu, ia
banyak menuai cacian di facebook dan instagramnya.
Beberapa kalimat kurang baik yang
menghiasi kolom komentar yaitu, “Mau muntah liatnya”, “muka editan”, “I hate
you”, “kalo ada temen kelas gue yang kayak gini pasti gue udah lempar pake
bangku, jijik banget sumpah”, “Mending
tadi hafal lirik, ini udah ga hafal lirik sok-sokan. Mau muntah rasanya”, dan
lain sebagainya. Bahkan adapula yang berkomentar dengan kalimat kasar yang
tidak pantas dilontarkan.
Menjadi terkenal karena viral di
media sosial membuat Prabowo Mondardo atau biasa dikenal dengan sebutan Bowo
Alpenliebe dijauhi teman sekolahnya. Bowo mengaku, semenjak heboh di Tik Tok
banyak teman sekolah yang membully dan memberi komentar negatif.
Merasa tidak nyaman dengan
kondisi di sekolahnya, Bowo Alpenliebe yang masih sekolah kelas 2 SMP itu pun
berniat hengkang dan memilih homeschooling.
“Iya rencana sih mau pindah sekolah. Karena teman-teman di sekolah banyak
haters. Pada ngatain” Ungkap Bowo usai mengisi acara di Trans TV, Jl. Tenden,
Jakarta Selatan, kamis (5/7).
“Banyak yang bilang Bowo Alay,
komennya juga jelek-jelek” Kata bowo menceritakan.
Meski tak enak saat menerimanya,
Bowo tidak mau menanggapi dengan serius para haters yang terus-menerus
membullynya. Bocah berusia 13 tahun asal Tangerang itu pun memilih dia dan tak
mau memasukan dalam hati komentar haters. “ Sakit hati sih, nggak mau bales.
Biarin aja, didiemin” Pungkas Bowo.
Analisis Kasus :
Hal yang dialami oleh Bowo
termasuk salah satu bagian dari Cyberbullying.
Bowo terkena bully di social media setelah adanya oknum yang mengatasnamakan
sebagai fans nya dan membuat sebuah acara Meet and Greet dengan harga yang
terbilang mahal. Banyak dari pengguna social media, khususnya instagram menilai
bahwa tidak sebanding antara harga acara tersebut dengan guest star yang dihadirkan. Dan hal lain yang membuat Bowo semakin
dibully adalah saat banyak dari penggemar Bowo yang mengutarakan bahwa Bowo
sebagai Tuhan mereka. Di satu sisi,itu bukan sepenuhnya salah Bowo karena ia
hanya melakukan hal yang ia senangi,yaitu membuat video dan di upload ke
aplikasi tiktok ataupun media social yang lain. Terkait dengan masalah harga
Meet and Greet ataupun hal yang dilakukan oleh penggemar Bowo bisa dibilang
sebagai hal yang Out Of Control dari
diri Bowo. Sayangnya, banyak pengguna social media yang lain,yang mayoritas
lebih dewasa dari Bowo melakukan hal yang bisa dikatakan Flaming dan cyberstalking
yang dilakukan secara terus-menerus sehingga membuat Bowo pun mendapatkan
dampak negatif nya, salah satunya ia merasa tidak nyaman dan berniat pindah sekolah.
Atas efek bullying di social media, banyak teman-teman di lingkungan sekitarnya
juga ikut melakukan bullying kepada Bowo secara langsung setelah mengetahui
Bowo mendapatkan bullying di social media.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Netiquette adalah kode etik dalam
berperilaku selama user melakukan aktivitas pada jaringan internet seperti pada
forum, blog dan mailing list. Ada beberapa pelanggran dalam Netiquett. Salah satunya adalah Cybebullying. Cyberbullying merupakan suatu perilaku
agresi yang mengacu pada perilaku bullying
yang dilakukan seseorang melalui sosial media seperti web, sms, jejaring
sosial, chat room, dll. Cybebullying memberi
banyak dampak nebgatif seperti membuat seseorang stres dan depresi, paranoid,
gangguan kesehatan dan lain-lain. Cara mencegah terjadinya Cybebullying adalah memprotek akun, abaikan kata-kata negatif dalam
sosial media dan lain-lain.
Daftar Pustaka
Irwansyah, Edi & Moniaga, J.V. (2014). Pengantar Teknologi Informasi.
Yogyakarta:
Deepublish Publisher.
Hadi, Nur W. 2006. Etika Berkomunikasi di Dunia
Maya dengan Netiquette. Jurusan
Pendidikan
Matematika FMIPA UNY. 20: 341- 362
Devita Retno. 2017.
18 Dampak Cyber Bullying Bagi Korban.
https://dosenpsikologi.com/dampak-cyber-bullying. 1 april
2019
Novita Joseph. 2017. Mencegah Diri Jadi Korban Bully
di Dunia Maya.
Supriyanto. 2018. Bowo
Alpenliebe Tik Tok Berencana Pindah Sekolah karena
Sering Dibully. https://www.tabloidbintang.com/berita/gosip/read/105376/bowo-alpenliebe-tik-tok-berencana-pindah-sekolah-karena-sering-dibully. 6 April
2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar