5. GEOGRAFI DALAM
KEHIDUPAN MANUSIA
Nama: Vena Jua Ana Verison
NPM: 16517066
Kelas: 1PA11
Kali
ini saya akan membahas mengenai persebaran flora dan fauna berdasarkan iklim.
Nah sebelumnya, perlu diketahui bahwa persebaran makhluk hidup di muka bumi ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
·
Faktor Biotik : Meliputi manusia, hewan dan tumbuhan.
·
Faktor Abiotik : Meliputi suhu, kelembaban
udara, angina, dll.
Karena
faktor-faktor di ataslah maka flora dan fauna yang ada di suatu daerah belum
tentu terdapat di daerah yang lainnya. Hal ini bisa dijelaskan juga karena
dahulu bumi ini terdiri dari sebuah benua yang sangat besar yang disebut dengan
Pangaea, namun seiring berjalannya waktu, benua tersebut terpisah-pisah menjadi
seperti sekarang ini. Hal itu juga yang menyebabkan perbedaan jenis makhluk
hidup yang ada pada tiap belahan muka bumi.
Karena
iklim di setiap wilayah di muka bumi berbeda-beda, maka persebaran flora dan
faunanya juga berbeda-beda. Lalu bagaimana pembagiannya? Mari kita bahas lebih
lanjut.
PEMBAGIAN FLORA BERDASARKAN IKLIM
1.
Hutan Hujan Tropis
Ciri-ciri
dari hutan hujan tropis adalah hutan ini sangat lebat dan hijau sepanjang
tahun, tidak mengalami musim gugur, dan terdiri dari beragam jenis tumbuhan
yang heterogen. Hutan hujan tropis dapat ditemui di Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, dan Irian Jaya.
Flora
yang terdapat di wilayah hutan hujan tropis adalah kayu meranti, ulin, dan
kapur, serta pohon-pohon berkayu besar lainnya. Pada pohon-pohon ini biasanya
terdapat tumbuhan-tumbuhan lain yang menumpang seperti anggrek dan tumbuhan
merambat lainnya seperti rotan.
Hutan
ini terdiri dari hutan hujan tanah kering dengan ketinggian 1000-3000 mdpl dan
hutan hujan tanah rawa dengan ketinggian 5-100 mdpl.
2.
Hutan Musim / Hutan
Meranggas
Hutan
ini biasanya terdapat di daerah dengan suhu udara yang tinggi yang terletak
pada ketinggian antara 800-1200 mdpl. Pohon-pohonnya jarang sehingga sinar
matahari dapat mencapai permukaan tanah. Ciri-ciri pohonnya adalah tahan
kekeringan dengan tinggi sekitar 12-35 m. daunnya juga mengalami gugur pada
musim kemarau dan kembali hijau pada musim hujan. Contohnya adalah pohon jati,
kapuk, dan angsana.
3. Hutan Sabana
Sabana
merupakan padang rumput yang luas yang ditumbuhi pepohonan dan semak-semak.
Hutan sabana biasanya terdapat di daerah yang memiliki musim kemarau yang lebih
panjang daripada musim hujan, contohnya di daerah Nusa Tenggara. Hutan ini
terdiri dari hutan sabana dengan pohon palma (900 mdpl) dan hutan sabana
casnarina (1600-2400 mdpl).
4. Hutan Hujan Daerah Sedang
Terdapat
di daerah pantai sebelah barat di wilayah dataran tinggi zona equator dan
tropis (Amerika Serikat & Eropa). Ciri-cirinya adalah daun pohonnya selalu
hijau namun kurang rimbun, pohonnya tidak terlalu tinggi, daunnya lebih kecil
dan tidak banyak semak (pakis, agthis, palem, bambu, dan belukar).
5. Hutan Rontok Daerah Sedang
Terdapat
di daerah dengan iklim sangat dingin dan relative hangat (Amerika Utara &
Eropa Barat). Contoh tanamannya adalah cemara, pinus, dan pohon kecil (perdu).
6. Hutan Berdaun Jarum
Terdapat
di daerah pegunungan tinggi wilayah tropical (Kanada Utara &Siberia). Jenis
pohonnya antara lain adalah pinus, larix, dan sequoia.
7. Hutan Berkayu Keras
Terdapat
di daerah iklim mediteranian. Ciri pohonnya adalah daunnya selalu hijau, tidak
terlalu tinggi namun berkayu dan berdaun keras (pohon oak, zaitun).
8. Stepa
Stepa
adalah padang rumput yang diselingi dengan pohon-pohon kecil di daerah tropis
ke subtropis (Australia, Argentina, Brazil, Amerika Serikat, Afrika Utara).
9. Tundra
Tundra
adalah rumput kerdil yang mampu bertahan dalam cuaca sangat dingin yang
terdapat di daerah perbatasan kutub (Rusia Utara, Kanada Utara, Finlandia,
Norwegia). Contoh tumbuhannya adalah lumut.
10. Gurun
Tumbuhan
yang mampu hidup di daerah dengan iklim gurun adalah tumbuhan yang tahan
terhadap kekeringan yang sangat lama seperti kaktus dan rumput berduri. Daerah
ini terletak di Afrika, Saudi Arabia, Australia, Peru, Mongolia, dan Pakistan.
PEMBAGIAN FAUNA BERDASARKAN IKLIM
Alfred
Russel Wallace pada tahun 1876 membagi wilayah persebaran fauna menjadi 8
wilayah yaitu sebagai berikut :
1.
Ethiopian
Daerah
ini meliputi benua Afrika, Madagaskar, dan Arab bagian selatan. Hewan yang
terdapat di daerah ini antara lain gorilla, simpanse, jerapah, babon, badak
Afrika, gajah Afrika, kuda nil, dll.
2.
Paleartik
Daerah
ini meliputi hampir seluruh benua Eropa, Uni Soviet, daerah perbatasan kutub
utara, pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris, Jepang, Selat Bering, dan Benua
Afrika paling utara. Hewan yang terdapat di daerah ini antara lain panda, unta,
rusa kutub, kucing kutub, dan beruang kutub.
3.
Nearktik
Daerah
ini meliputi Amerika Serikat, Amerika Utara, dan Greenland. Hewan yang terdapat
di daerah ini antara lain kalkun liar, bison, caribou, domba gunung, dan
muskox.
4.
Neotropikal
Daerah
ini meliputi Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagian besar wilayah
Meksiko. Hewan yang terdapat di daerah ini antara lain ikan piranha, belut
listrik, tapir, dan kera hidung merah.
5.
Oriental
Daerah
ini meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara. Hewan yang terdapat di daerah ini
antara lain harimau, orang utan, gajah, beruang, banteng, rusa, badak becula
dua, berbagai reptil, dan badak bercula satu.
6.
Australian
Daerah
ini meliputi Australia, Selandia Baru, Irian, dan Maluku. Hewan yang terdapat
di daerah ini antara lain koala, cocor bebek (mamalia bertelur). Burung
cendrawasih, kasuari, betet, kakaktua, kura-kura, piton, buaya, kangguru, dan
kiwi.
7.
Oceanic
Daerah
ini meliputi kepulauan di Samudra Pasifik, faunanya hampir sama dengan daerah
Australian.
Daerah
ini meliputi kutub Selatan. Hewan yang terdapat di daerah ini antara lain rusa
kutub, anjing laut, beruang kutub, penguin, dan kelinci kutub (hewan yang tahan
terhadap cuaca yang sangat dingin).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar